Minggu, 06 Mei 2012

TIPS dan TRIK BERHENTI MENJADI NASABAH KARTU KREDIT

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Roy --- Jakarta

Beberapa waktu lalu, saya memutuskan untuk berhenti menggunakan kartu kredit. Karena itu saya menelepon bank penerbit kartu kredit tersebut, agar mereka menghapus account saya. Tentu saja, sebelumnya seluruh sisa tagihan telah saya lunasi.
Tragisnya, mereka terus merayu saya dengan berbagai cara agar saya tidak berhenti jadi nasabah mereka. Saya dirayu dengan iming-iming gratis iuran tahunan, dan sebagainya. Intinya, saya kesulitan memberikan alasan yang sangat kuat, sehingga mereka "menyerah" dan mengabulkan permintaan saya untuk menghentikan keanggotaan saya. Yang ingin saya tanyakan, adakah kiat praktis yang dapat saya lakukan agar dapat menghentikan keanggotaan di bank penerbit kartu kredit tersebut?
Terima kasih banyak atas jawabannya.

Jawaban:

Halo Pak Roy yang tegas!

Tentu saja Anda berhak berhenti kapanpun dari keanggotaan suatu club, suatu organisasi, suatu perkumpulan, apalagi keanggotaan kartu kredit. Tidak ada seorangpun yang berhak melarang Anda untuk berhenti, sehingga berbagai rayuan dan bujukan dari berbagai pihak seharusnya tidak menjadi masalah.
Tetapi berbagai tindakan rayuan dan bujukan itu ternyata cukup mengganggu dan membuat Anda kesulitan serta tidak enak hati. Nah, berikut ini beberapa tips untuk mengatakan "tidak" kepada para penjual sekeliling kita dengan cara yang diplomatis:

1. Jangan mengatakan alasan apapun tentang keputusan Anda untuk berhenti. Semakin banyak Anda berbicara, semakin banyak informasi yang bisa digunakan para penjual untuk mematahkan keberatan Anda.
 
2. Jika ditawari berbagai fasilitas bonus dan kemudahan lain, katakan saja Anda tidak membutuhkannya. Penawaran berbagai kemudahan lain adalah salah satu cara mereka untuk mengalihkan perhatian Anda. Mengatakan "tidak butuh" lebih baik daripada "tidak tertarik". "Tidak butuh" adalah keputusan final, sedang "tidak tertarik" berarti masih ada peluang.
 
3. Gunakanlan kata "tidak" sesering mungkin, karena secara pshikologis akan semakin melemahkan semangat si pembujuk.
 
4. Biarkan mereka berbicara panjang lebar tanpa disela oleh Anda. Pada akhir penjelasan, biasanya mereka minta pendapat Anda dengan kalimat "Bagaimana Pak?". Hati-hati! itu adalah satu trik untuk memperlama perbincangan. Jangan kemukakan pendapat apapun. Kalimat ampuh yang bisa Anda gunakan adalah "Terimakasih atas penjelasan Anda, tetapi maaf saya tetap pada keputusan saya untuk berhenti."
 
5. Senjata terakhir adalah dengan mengatakan Anda sebentar lagi akan meeting atau ada kegiatan mendesak lain sehingga masalah ini harus diselesaikan saat ini juga. Ingat, semakin lama perbincangan, akan semakin kuat rayuan yang dilancarkan. Tentu saja waktu yang paling tepat melakukan ini adalah pada saat jam sibuk kerja, sehingga tidak ketahuan rekayasanya. Yang patut kita sadari, bahwa mereka hanyalah menjalankan tugas mereka, karena itu tetaplah bersikap simpatik dan ramah tanpa harus mengorbankan kepentingan Anda. Semoga tips tadi bermanfaat.

 
Salam, Mike Rini Perencana Keuangan

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

WARNING !
Komentar anda tidak boleh mengandung unsur:
1.Penghinaan, Rasis dan Pelecehan
2.Spamming (Spam Comments)
3.Link Iklan, ads etc
Terima Kasih.


Jika ada request ato laporan tentang :
1.Request Software atau Tutorial
2.Bad Link & Re-active link (akibat broken link)
Silakan comment di bawah atau kirim pesan ke saya via facebook >> Akunku : Adhieresthenes Hier Banu Arfakhshad